BERGURU PADA MATAHARI

Allah meyakinkan kita dengan dua istilah yang berbeda dalam konteks cahaya untuk matahari dan bulan, dhiya’ untuk matahari dan nur untuk bulan. Para ilmuan astronomi memahami bahwa fenomena ini menunjukkan sifatnya yang berbeda. Dhiya sebagai pertanda kemandirian dan nur sebagai makna ketergantungan. Maknanya, matahari menjadi bintang yang menghasilkan energinya sendiri dan bulan menjadi planet bergantung…

TADABBUR JAGAD RAYA

Di kawasan luas langit, kita diami planet bumi dari keluarga matahari dan ternyata matahari adalah bintang kecil pada galaksi Bimasakti. Jika demikian adanya, maka eksistensi kita di bumi ini tak ubahnya seperti semut yang sangat kecil yang gampang terinjak-injak dan mudah terhempas-hempas. Masihkah ada debu kesombongan dan keserakahan dalam diri ini? Namun demikian, matahari yang…

PREDIKSI HISAB “MEMULAI AWAL BULAN RAMADHAN 1440 H BERSAMA DI INDONESIA” DALAM PARAMETER WUJUDUL HILAL DAN IMKANUR RUKYAH

Penyeragaman kalender hijriyah sudah lama menjadi dambaan dan impian umat Islam dunia. Namun penyeragaman ini kadang seringkali tidak dipahami secara hakiki. Penyeragaman seolah-olah hanya beda waktu dari suatu tempat dan tempat lainnya yang menjadi faktor penentu dalam bedanya penampakan hilal. Karena penyeragaman adalah hal yang global, maka kita harus berpikir secara global. Dalam konteks keadaan…

PARAMETER VISIBILITAS HILAH MOHAMMAD SHAWKAT AUDAH

Kapan bulan dalam fase hilal ? Pertanyaan ini, menurut Odeh, merupakan pertanyaan yang tidak mudah untuk dijawab karena membutuhkan ahli dalam pengamatan hilal. Pengamatan terhadap hilal awal bulan, sebagaimana diketahui, harus dilaksanakan setelah terbenamnya matahari karena bulan yang akan dilihat sangat kecil dan redup sehingga tidak akan mungkin terlihat pada saat matahari belum terbenam karena…

PARAMETER WUJUDUL HILAL MUHAMMADIYAH

Organisasi  Muhammadiyah menggunakan hisab hakiki wujudul hilal. Makna hisab hakiki adalah bahwa penanggalan didasarkan kepada gerak sebenarnya (hakiki/sesungguhnya) Bulan. Hisab hakiki berbeda dengan hisab urfi, yang tidak mendasarkan pada gerak sebenarnya Bulan, sehingga antara hisab urfi dan gerak Bulan tidak selalu sejalan, terkadang hisab urfi mendahului dan terkadang terlambat. Sedangkan Wujul hilaldimaksudkan dengan keberadaan Bulan…

PARAMETER IMKANUR RUKYAT BHR KEMENAG RI

Paremeter Imkan Rukyat yang digunakan Badan Hisab Rukyat Kemenag RI dari kesepakatan Musyawarah III MABIMS 1992 adalah kriteria imkanur rukyat sebagai berikut: tinggi hilal minimum 2 derajat, jarak bulan dari matahari minimum 3 derajat, dan umur bulan (dihitung sejak saat ijtima’) pada saat matahari terbenam minimum 8 jam. Kriteria itu tampaknya diturunkan dari rekor minimum…

PARAMETER IMKANUR RUKYAT IICP (International Islamic Calendar Programme), MALAYSIA

Kriteria yang dikembangkan oleh Mohammad Ilyas dari IICP (International Islamic Calendar Programme), Malaysia, berdasar parameter berikut:. Pertama, kriteria posisi bulan dan matahari: Beda tinggi bulan-matahari minimum agar hilal dapat teramati adalah 4 derajat bila beda azimut bulan – matahari lebih dari 45 derajat, bila beda azimutnya 0 derajat perlu beda tinggi lebih dari 10,5 derajat.…

PARAMETER IMKANUR RUKYAT KHAS INDONESIA

Kriteria imkanur rukyat khas Indonesia ditetapkan berdasarkan beberapa parameter berikut: Pertama, umur hilal minimum 8 jam setelah ijtimak. Kedua, jarak sudut bulan-matahari minimum 5,6 derajat. Ketiga, beda tinggi bulan-matahari minimum tergantung beda azimutnya. Untuk beda azimut sekitar 6 derajat beda tinggi bulan-matahari minimum 3 derajat (tinggi hilal sekitar 2 derajat). Bila beda azimutnya kurang dari…

PENGGUNAAN ISTIWAAINI UNTUK ARAH KIBLAT

Dalam menggunakan istiwaaini, ada beberapa langkah yang harus dilakukan untuk mendapatkan hasil yang betul-betul akurat. Langkah-langkah tersebut sebagai berikut: Persiapkan alat-alat yang diperlukan, yaitu: istiwaaini lengkap dengan benang, waterpass dan GPS (jika ada). Persiapkan data yang dibutuhkan, sebagai berikut: Lintang tempat, bujur tempat, tanggal dan waktu (jam) pengukuran. Data-data ini biasa didapatkan dari GPS. Bila…

PENGGUNAAN MIZWALA QIBLA FINDER

Untuk menggunakan mizwala qibla finder, ada beberapa langkah yang harus dilakukan, sebagai berikut: Persipkan alat-alat yang diperlukan, yaitu mizwala qibla finder, tali/benang dengan panjang ±1 m (sesuai dengan kebutuhan), waterpass dan GPS (jika ada). Persiapkan data yang dibutuhkan, yaitu lintang tempat, bujur tempat, tanggal dan waktu pengukuran. Untuk mengetahui data lintang, bujur dan waktu yang…