Pertemuan ke 11

Pertemuan tatap muka kali ini (hadir 8 mahasiswa) merupakan diskusi penerapan konsep atau teori manajemen perspektif al-Quran dan Hadis. Tujuannya adalah menguji pemahaman mahasiswa akan teori MQH yang telah didiskusikan sebelumnya.

Dalam presentasinya, pemakalah mengambil sampel kepemimpinan kepala sekolah pada pesantren. Karena ada dua judul yang sama dengan lokus kajian yang berbeda, maka dua judul tersebut ditampilkan secara paralel, yaitu kepemimpinan kepala sekolah pada SMA Pesantren Nurul Jadid Batang-Batang dan SMP Pesantren Ibrahimy Andulang Gapura.

Walaupun pemaparannya cukup baik, akan tetapi kedua pemakalah terjebak pada teori tentang model  atau gaya kepemimpinan kepala sekolah yang ada di kedua pesantren tersebut. Hal ini dibuktikan dengan kesimpulan keduanya yang menyatakan bahwa gaya kepemimpinan di pesantren berbeda-beda, mulai model kepemimpinan yang otoriter sampai yang demokratis. Hal ini juga dilengkapi dengan penutup akhir pemaparan yang menyatakan bahwa kebijakan untuk output apapun sangat sentralistik, walaupun dalam pengamatannya tersimpul “dalam keleluasan ada kesempitan dan dalam kesempitan ada keleluasaan”.

Karena itu, agar tetap pada jalur kajian teori MQH, maka pemakalah perlu menyempurnakan makalahnya dengan alat analisis teori manajemen perspektif al-Qur’an dan hadis sebagaimana hasil diskusi dan elaborasi sebelumnya serta menemukan faktanya pada tataran praksisnya secara detail di kedua Pesantren tersebut.

Dari sisi input-proses-output, manajemen manusia harus terpenuhi ketersediaannya dari aspek skill dan kecakapannya, manajemen ornganisasi harus terpenuhi aspek profesionalitasnya, dan manajemen proses harus memperhatikan dinamika dan perkembangan dunia pendidikan.

Dengan demikian, pengampu mata kuliah memberikan saran perbaikan kepada pemakalah untuk menjelaskan jenis skill dan kecakapan tenaga pendidik serta tenaga kependidikannya dalam rangka menjamin mutu proses pembelajaran dan kualitas pelayanan terhadap siswa serta kuantitas pencapaian prestasi siswa-siswanya dalam kurun waktu tertentu, di samping juga penting mengelaborasi proses penunjukan personalia pada struktur organisasi sekolah didasarkan pada profesionalitas dan kapabilitas atau mungkin justru sebaliknya (tunjukkan realitasnya), dan menperjelas apakah lembaga/pesantren tersebut (melalui kepala sekolah) merespon perubahan kebijakan pendidikan yang sangat dinamis di era kontemporer saat ini. Jika teori-teori ini yang menjadi analisis kajian, maka akan tampak bagaimana pesantren (melalui kepala sekolah) mengatur dan mengelola lembaga pendidikannya berdasarkan teori-teori manajemen dan prestasinya di tengah ratusan bahkan ribuan lembaga pendidikan yang lain.

WALLAHU A’LAM SEMOGA MANFAAT.

Beraji, 26 Desember 2020

Pengampu,

Achmad Mulyadi

TELAAH QUR’AN DAN HADIS “MANAJEMEN MANUSIA, ORGANISASI DAN PROSES”

MANAJEMEN PENDIDIKAN BERBASIS SEKOLAH DAN MADRASAH DI PESANTREN

Asli Mandala Gapura Sumenep Madura Jawa Timur, Koordinator Perukyat Wilayah Madura, Pengabdi di IAIN Madura (dulu STAIN Pamekasan) , Mampir Tidur di Pondok Pesantren Mathali'ul Anwar Pangarangan Sumenep, Pernah Nyantri di Asrama MAPK Jember dan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Bersandar di PMII dan NU, Ta'abbud Safari di RAUDHAH Masjid Nabawi dan Manasik Haji Mekkah (2014), Sekarang Nyantri di UIN Walisongo Semarang

Leave Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *