Judul dalam tulisan ini memahamkan kita tentang kemasan buah-buahan yang sangat matang (masak). Kemasan Ranum bukan setangkas buah apel yang matang (ranum) dan siap dinikmati, bukanlah itu yang dimaksud, akan tetapi judul tersebut dibuat sebagai sebuah singkatan dari “KEGIATAN MALAM SABTU BULANAN (Kemasan) RANTING NU MANDALA (Ranum)”. Namun dapat juga dipahami bahwa kegiatan rutin yang diwujudkan oleh jamaah Ranting NU Mandala baik dilanjutkan karena sudah mendarah daging, ibarat aliran darah mengalir tanpa sumbatan pada setiap organ. Faktualnya, itulah wujud dari sebuah pengabdian.

Kami merasa bahwa mengabdikan diri di NU harapannya tak berbatas, namun kaderisasi lebih penting dalam sebuah organisasi. Pengabdian tidak harus selalu ada dan berperan dalam sebuah jabatan pada struktur organisasi NU. Akan tetapi jabatan pada struktur organisasi NU wajib diisi dan tidak boleh dikosongkan. Untuk itu, idealnya adalah bergantian.

Dua periode pengabdian (2010-2020) yang mungkin dapat dihitung ternyata tidak cukup banyak yang bisa dilakukan, bahkan sepertinya tidak ada perubahan. Walaupun banyak orang meyakini bahwa perubahan non fisik tak nyata seperti perubahan fisik. Perubahan non fisik baru akan tampak berubah setelah pergantian generasi. Perubahan sikap, prilaku budaya dan tradisi karena telah terjadi pergeseran dalam cara dan pola berpikir masyarakat. Jika cara pandang mereka tidak bergeser, maka sikap dan prilaku mereka tidak akan berubah.

Ada jejak langkah yang perlu diketahui banyak kalangan. Karena itu, dalam tulisan ini perlu sekilas disampaikan ke semua pihak khususnya jamaah Ranting NU dan masyarakat Mandala serta pengurus MWCNU Gapura berkait ‘Kemasan Ranting NU Mandala Periode 2015-2020’.

Rangkaian kata-kata yang dilukiskan berkait kegiatan rutin malam sabtu minggu kedua setiap bulan Ranting NU Mandala merupakan tanda akhir masa koordinasi periode Tahun 2015-2020.

Lukisan kegiatan-kegiatan tersebut adalah sebagai berikut:

Salat Tasbih

Kegiatan salat tasbih menjadi kewajiban rutin bulanan jamaah ranting NU Mandala. Salat ini dikerjakan 2 salam. Walaupun hanya 2 salam, salat ini membutuhkan waktu 20 menit. Hal ini dikarenakan adanya keharusan membaca  tasbih 75 kali pada setiap rakaat.  Karena rutinitas inilah setiap jamaah merasa ketagihan untuk melaksanakannya.

Para ulama mendasarkan kesunnahan salat tasbih pada sebuah hadits riwayat Abu Rafi’ di mana Rasulullah memberitahukan kepada paman beliau Abbas tentang tata cara dan berbagai keutamaan melakukan shalat tasbih. Dalam berbagai kitab fiqih yang menuturkan perihal shalat tasbih para ulama menyebut hadits yang cukup panjang tersebut. Meski dipandang sebagai hadits dlaif (lemah) namun para ulama Syafi’iyah seperti Abu Muhammad Al-Baghawi dan Abul Mahasin Ar-Rayani menetapkan kesunnahan shalat tasbih ini. Ini sebagaimana dituturkan oleh Imam Nawawi dalam Al-Adzkâr (Jakarta, Darul Kutub Al-Islamiyah, 2004, h. 202). Atas dasar inilah pilihan salat tasbih untuk mengisi kegiatan rutin pertemuan rutin NU Mandala tak pernah ditinggalkan

Salawat Nariyah

Agenda rutin bulanan dilaksanakan dalam bentuk lisan adalah dzikir salawat nariyah. Bacaan ini sepaket dengan salat Tasbih. Biasanya setelah melaksanakan salat Tasbih, jamaah melanjutkannya dengan dzikir salawat Nariyah. Jumlah bacaannya tidak terbatas. Yang berbatas adalah waktu. Jika tiba waktu isya, pembacaan salawat Nariyah dicukupkan dan diakhiri dengan doa. Redaksi bacaan salawat nariyah sebagai berikut:

اَللّهُمَّ صَلِّ صَلاَةً كَامِلَةً وَسَلِّمْ سَلاَمًا تَامًّا عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ الَّذِيْ تَنْحَلُّ بِهِ الْعُقَدُ وَتَنْفَرِجُ بِهِ الْكُرَبُ وَتُقْضَى بِهِ الْحَوَائِجُ وَتُنَالُ بِهِ
الرَّغَائِبُ وَحُسْنُ الْخَوَاتِمِ وَيُسْتَسْقَى الْغَمَامُ بِوَجْهِهِ الْكَرِيْمِ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ فِى كُلِّ لَمْحَةٍ وَنَفَسٍ بِعَدَدِ كُلِّ مَعْلُوْمٍ لَكَ

Silaturrahim Tahunan

Kegiatan temporal, tapi juga rutin adalah kunjungan silaturahmim pengurus MWCNU Gapura. Kegiatan kunjungan ini teragendakan setiap bulan puasa. NU Ranting sebagai tuan rumah mempersiapkan segala kebutuhan yang diinginkan, apakah dalam bentuk penjelasan kegiatan atau menyimak informasi agenda kegiatan yang akan dilaksanakan oleh MWCNU. Kegiatan ini sebaiknya dilanjutkan apalagi dalam bentuk fasilitasi penguatan ranting NU dalam segala aspeknya baik dalam hal administrasi maupun dalam bentuk aksi. Bagaimanapun, disadari atau tidak, peran ranting NU masih perlu dioptimalkan, terutama untuk mengawal pembumian ajaran Azwaja NU pada Jamaah NU khususnya.

Kajian ilmiah

Pemberian wawasan di lingkungan jamaah Nu perlu dibuka krannya. Wawasan ini tidak dibatasi pada orientasi ke-NU-an saja. Problem lain yang dialami masyarakat juga perlu ditelaah bersama, seperti problem kesehatan, pendidikan, ekonomi dan keamanan. Pengurus Ranting NU Mandala merealisasikannya dalam bentuk kajian ilmiah.  Kajian ilmiah yang pernah dilakukan adalah pengenalan ragam penyakit yang banyak dialami oleh masyarakat Mandala. Menurut, dr. H. Slamet Riadi, sebagai narasumber, penyakit yang paling banyak mewabah di lingkungan masyarakat Desa Mandala adalah penyakit TBC (tuberkulosis). Memang tidak banyak masyarakat yang menyadari dan mengenali penyakit TBC karena gejalana hampir mirip dengan penyakit pernafasan biasa, seperti pilek atau flu. Karena itu, penyakit ini perlu sangat diwaspadai dengan mengenali gejalanya.

Adapun gejala penyakit TBC secara umum, yaitu:

1. Batuk terus-menerus

Gejala yang umum dari TBC adalah batuk terus-menerus dan menyakitkan selama lebih dari 2 minggu. Jika kamu mengalaminya, lebih baik segera periksakan ke dokter.

2. Batuk darah

Selain batuk yang tidak kunjung sembuh, penderita TBC biasanya juga mengalami batuk darah. Oleh karena itu waspadalah ketika ada noda darah ketika kamu batuk.

3. Penurunan berat badan

Penderita TBC juga biasanya mengalami penurunan berat badan. Hal ini menunjukkan sebab adanya bakteri TB yang berkembang di dalam tubuh kamu.

4. Demam

Setiap infeksi TBC biasanya disertai dengan demam. Apabila kamu merasa demam secara tiba-tiba, sebaiknya juga waspadalah.

5. Lemah

Penyakit TBC bisa membuat tubuhmu cepat merasa lemah.

6. Rasa sakit di paru-paru

TBC merupakan penyakit yang menginfeksi paru-paru. Jika kamu merasakan nyeri tajam di paru-paru dan merasa kesakitan ketika menghembuskan udara maka kamu memiliki infeksi paru-paru yang parah.

7. Infeksi yang tidak kunjung sembuh

Selain membuat infeksi paru-paru, TBC juga dapat menginfeksi setiap bagian tubuh seperti perut, hati, bahkan otak. Jika kamu memiliki infeksi di daerah tersebut lebih dari 3 minggu, sebaiknya periksakanlah ke dokter.

8. Menggigil di malam hari

Jika kamu menggigil di malam hari padahal udara sedang tidak dingin, hal ini bisa jadi tanda TBC. Sebab infeksi dari bakteri TBC ini akan menyebabkan menggigil di malam hari.

9. Kelelahan

Gejala yang lain adalah kamu akan mudah sekali lelah karena daya tahan tubuh mulai melemah.

10. Urine kemerahan

Amati urine yang berubah warna (kemerahan) atau urine keruh. Ini merupakan gejala yang muncul pada tahap selanjutnya.

Dengan pertemuan ini, jam’iyah ranting NU Mandala berharap masyarakat Desa Mandala secara preventif dapat menjaga kesehatan dirinya dan benar-benar terhindar dari penularan penyakit TBC.

Pengkajian Tafsir Al-Munir

Kajian tafsir ini diawali dari adanya keinginan ketua Ranting NU yang disepakati oleh para jamaah untuk melakukan pengembangan wawasan al-Quran. Keinginan ini akhirnya mewujud pada kajian tafsir al-Munir  fil ‘Aqidah, wasy Syariah wal Manhaj karangan Dr. Wahbah az-Zuhaili. Kajian tefsir ini tergolong baru karena baru terealisasi tiga kali pertemuan yang dimulai dari kajian surat-surat pendek. Harapannya, kajian tafsir ini dapat terus dilanjutkan pada pertemuan-pertemuan rutin selanjutnya.

Khatmil Qur’an

Kegiatan ini adalah kegiatan kolaborasi antara jamaah NU, Ansor dan Remas an-Nawawi. Hakikatnya kegiatan ini adalah kegiatan bersama untuk melanggengkan dan melestarikan pembacaan al-Qur’an 30 juz.

Ada dua model realisasi dalam kegiatan mengkhatamkan al-Qur’an yaitu pertama, pembacaan secara rutin pada setiap Jumat legi. Khataman ini dilaksanakan di Masjid an-Nawawi secara maraton dari subuh hingga selesai. Kegiatan ini mendapat respon baik dari masyarakat yang dibuktikan dengan adanya berbagai partisipasi seperti penyediaan suguhan dan makanan dari warga masyarakat untuk qari’-qari’ yang sedang membacanya. Kedua, pembacaan temporal. Khataman al-Qur’an model ini bergantung dengan ada tidaknya masyarakat Mandala yang sedang mendapat musibah kematian. Walaupun demikian, khataman tidak secara serta merta dilakukan, akan tetapi tetap bergantung pada izin dan perkenan sahibul musibah.

Siaga Covid 19

Kegiatan ini dilaksanakan karena darurat Covid 19. Kegiatan ini merupakan kegiatan bersama antara satgas NU Ranting Mandala dan Satgas Desa Mandala (informasinya sudah dipublikasi melalui website ini sebelumnya).

Akhirnya, “tak ada gading yang tak retak”, peribahasa ini yang tepat dijadikan penutup tulisan ini bahwa apapun usaha manusia pasti tidak ada yang sempurna, karena hakikatnya kesempurnaan hanya milik Allah Swt semata. Karena itu, semoga pintu maaf dari semua pihak, -khususnya jamaah NU, dan terutama pengurus MWCNU Gapura-, akan selalu terbuka untuk sebuah kekurangan dan kekhilafan bagi pengurus Ranting NU Mandala Periode 2015-2020. Amin ya rabbal alamin.

Harapan kami, laporan ini mendapatkan respon kritik membangun untuk penyempurnaan. Respon dan kritik dapat ditulis pada kolom komentar di bawah. Wallahu a’lamu bis showab.

Mandala, 13 November 2020

Kami,

KH. Syamsul Arifin (Rois)

H. Achmad Mulyadi (Ketua)

Berikut sebagian kegiatan yang telah dipublikasikan via website milik ketua ranting sebagai sumber penulisan laporan singkat ini.

Sumber:

Arsip NU Ranting: www.falakuna.com

SANG “IBADURRAHMAN”

AKSI KEMANUSIAAN SATGAS B9 NU RANTING MANDALA: MEMUTUS PENYEBARAN COVID 19 DENGAN DISINFEKTAN. MENGAPA?

PENGAJIAN SURAT AN-NAS TAFSIR MUNIR FI AL- ‘AQIDAH, WA AS-SYARI’AH WA AL-MANHAJ 

https://islam.nu.or.id/post/read/94875/tata-cara-pelaksanaan-shalat-tasbih,

Asli Mandala Gapura Sumenep Madura Jawa Timur, Koordinator Perukyat Wilayah Madura, Pengabdi di IAIN Madura (dulu STAIN Pamekasan) , Mampir Tidur di Pondok Pesantren Mathali'ul Anwar Pangarangan Sumenep, Pernah Nyantri di Asrama MAPK Jember dan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Bersandar di PMII dan NU, Ta'abbud Safari di RAUDHAH Masjid Nabawi dan Manasik Haji Mekkah (2014), Sekarang Nyantri di UIN Walisongo Semarang

Leave Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *